Minggu, 07 Mei 2017

Hai para calon MABA (MAHASISWA BARU)


HAI… lama banget nggak pernah nulis blog nih, wah rasanya blog sendiri terasa asing saking lamanya gak pernah dijamah. Aku nulis di blog cuman sesekali aja pas pergantian semester, pasti tiap liburan semester aku merenung sebentar buat nulis dan mereview perjalanan semester sebelumnya. Nah untuk tulisan aku kali ini pertama aku mau ngucapin selamat datang untuk seluruh calon MABA (Mahasiswa baru) UNIVERSITAS UDAYANA  tahun 2017/2018. Bagi kalian yang udah lolos SNMPTN dan SBMPTN. 
 
Jadi gini, tulisan ku kali ini hanya mau mengklarifikasi bahwa aku nggak tau seluk-beluk semua jurusan di UNIVERSITAS UDAYANA ya… masalahnya gini, tiap tahun ada aja calon maba yang selalu menanyakan tentang berbagai macam hal tentang univ udayana karena mereka baca tulisan yang aku posting sebelumnya tepatnya pengalaman ku saat daftar ulang univ udayana tahun 2014.

Halo adek-adek gemes sekalian.. aku ini kuliah jurusan sastra inggris (bukan fakultas sastra inggris) fakultas ilmu Budaya. Dimana fakultas ilmu budaya atau disingkat FIB ini memiliki 8 jurusan yaitu SASTRA INGGRIS, SASTRA INDONESIA, SASTRA JEPANG, SASTRA JAWA KUNA, SASTRA BALI, SEJARAH, ANTROPOLOGI, dan ARKEOLOGI. Jadi kalian para orang baru jangan pernah sekali-kali bilang sastra inggris itu nama fakultas ya haram hukumnya. 

Jujur aku udah sampe semester tua ini hampir melewati 6 semester kuliah tapi nggak tau banyak tentang universitas tempat aku kuliah ini. aku hanya tau sebatas lingkungan jurusan atau paling tidak lingkup fakultas. Karena apa? Karena fakultas di universitas udayana itu banyak dan gedungnya pisah-pisah saling berjauhan kayak hubungan jarak jauh or you can say LDR. Sampe sekarang juga aku nggak tau pasti ada berapa total keseluruhan jurusan di unud bahkan jumlah fakultas sejujurnya aku gak terlalu hafal (malu-maluin diri ><). Aku cuman tau ada jurusan itu dari teman yang aku kenal dan kebetulan teman yang aku kenal itu kuliah dijurusan itu kalo dia nggak kuliah dijurusan itu mana mungkin aku kenal, nah kan jadi bingung. 

Lingkup jurusan saja aku kadang nggak tau isu-isu terbarunya apa, bahkan isu fakultas pun aku nggak mau tau. Tapi karena aku mahasiswa disitu jadi aku harus tau, kalo nggak nanti aku dosa. Karena aku menyebut diriku sendiri ini introvert makanya aku nggak suka bergaul sama banyak orang dan nggak juga suka masuk organisasi apalagi jadi anggota BEM, DPM, SENAT, HIMAPRODI bahkan UKM (ini istilah-istilah yang akan kalian kenal suatu saat nanti saat kalian udah masuk Perguruan Tinggi). Eh kalo UKM (unit kegiatan mahasiswa/semacam ekskul) aku ikut sih tapi nggak aktif-aktif amat karena kesibukan yang aku buat-buat dan emang karena aku sibuk beneran. 

Postingan yang aku tulis sebelumnya itu udah lamaaa sekali aku nulisnya jadi kalian kalo mau nanya lagi tentang pengalaman daftar ulang sama wawancara bidikmisi aku udah lupa. Itu udah hampir 3 tahun lamanya dan setiap tahun pasti ada system yang berubah. Aku hanya mau mengklarifikasi aku cuman tahu soal nama-nama jurusan di fakultas ilmu budaya selebihnya aku nggak tau lagi. Jadi mohon pengertiannya ya dedek-dedek emes calon penghuni surga 😘 bagi yang mau nanya jangan nanya tentang jurusan lain, cukup jurusan hamba saja, sastra inggris, itupun mungkin aku nggak bisa jawab semua. insyaAllah saat kalian baca ini aku udah sidang skripsi, insyaallah udah wisuda dan insyaallah misiku sebagai pejuang S.S have accomplished :D Amiiiiinnnnnn……

Oiya aku juga mohon doanya ya para readers sekalian yang berbudiman, nggak lama lagi aku udah KKN dan udah mau sidang proposal. Pertama doakan dulu semoga judul proposal ku di acc, dimudahkan presentasinya dimudahkan jalan menuju skripsinya, semoga tidak ada insiden sianida unuk dosen yang nggak acc judul mahasiswanya. Kedua mohon doa untuk kelancaran KKN ya.. aku sebenarnya agak takut jikalau dapet penempatan desa KKN dipedalaman Bali yang banyak anjing liar dan babi ><. Bukan tanpa alasan aku bilang begini, karena aku takut kalian tau sendirilah kawan-kawan mohon permaklumannya. 

Jadi teman-teman sobat readers sekalian, cukup sekian yag bisa aku share tentang unud ya. Jangan bersedih jikalau aku nggak bisa bantu jawab pertanyaan kalian para calon maba yang lagi kebingungan dan diserang kegalauan yang ngeline atau nge-WA aku. Bukannya sombong, karena mungkin aku udah terlalu tua untuk menjawab pertanyaan kalian 😁

Makasih loh ya udah baca..

Welcome to Udayana University para calon maba

Welcome to the real real life dimana kalian akan sering mendengar kutipan fenomal “kuliah tak seindah FTV” “Nanya IPK itu dosa” 

Welcome to the law of the jungle 

Enjoy your day as a student of university 😉💗

Rabu, 08 Februari 2017

Yogyakarta Teristimewa


Keinginan hampir semua penikmat keindahan Indonesia adalah mengunjungi Yogyakarta. Ya, Yogyakarta merupakan kota yang sangat ingin di kunjungi oleh para traveler. Saya bukanlah traveler tapi sangat ingin sekali pergi ke Jogjakarta sekedar ingin tahu peradaban di sana. Setelah mengalami penantian yang sangat panjang akhirnya liburan kali ini aku bersama kawan-kawan tercinta ku bisa traveling ke Jogjakarta. Dulu sih waktu masih SMP pernah study your ke Yogyakarta tapi ya gitu jalan-jalan ala anak sekolah serba buru-buru karena dikejar waktu. So pasti nggak bakal deh bisa menikmati arti dari perjalanan liburan.

Nah di awal tahun 2017 ini, aku and the gengs (Andi widjanarko, wahyu risnantoko, & ricky womantari) berani membuat keputusan untuk datang ke kota Gudeg ini. Setelah melalui diskusi yang panjang dimana kita akan menghabiskan waktu liburan semester 5, akhirnya Jogja berhasil mengalahkan kandidat kota lain yang akan dikunjungi.

Jujur saja, seperti mimpi bisa mengunjungi Yogyakarta bersama sahabat tercinta. Kita habiskan 3 hari 2 malam bersama dengan ketawa bareng, haha hihi nggak jelas, ngobrolin hal nggak penting, makan bareng, tapi untung nggak tidur bareng. Ya pokoknya dari tanggal 29-31 januari 2017 merupakan hari yang sangat perlu diingat.

Aku menyebut perjalanan ini dengan “Traveler Bokek” ya tahu sendiri kita ini selain nekad juga tanpa duit yang cukup. Dan entah ini suatu keberuntungan atau apa, liburan kita benar-benar hemat sangat. Sesampainya di Jogja kita diberi tumpangan oleh teman SMA yang secara kebetulan punya tempat penginapan yang kosong. Ya tanpa ragu kita nginep disitu dong, tanpa bayar hihi. Lebih hemat lagi karena kita makan pun ditanggung oleh tuan rumah. Kita benar-benar di jamu layaknya tamu agung padahal syukur-syukur dikasih tempat untuk bernanung eh ini malah dikasih makan, tempat tidurnya nyaman, mandi gratis, ada camilannya pula ahayyy.hemat banget kan ya. Manalagi kita traveling naik motor jadi lebih hemat dan bisa menikmati perjalanan ya walaupin supirnya pegel yang penting aku sebagai penumpang seneng-seneng aja.

Naik motor Bojonegoro-Solo-Yogyakarta itu greget banget. Bayangkan saja betapa pegelnya, pinggul mu berasa kempes. Tulang punggung mu berasa remuk. Kepala mu berasa terbang melayang diterpa angin jalanan. Pundak mu berasa menahan beban hidup. Ya begitulah, tapi aku merasa sangat bahagia karena semua ini dilakukan bersama para sahabat yang setia tak ajakin “blakrakan” kemana-mana. Dua tahun lalu kita berempat juga sempat liburan nggak jelas ke Surabaya dan sekarang terulang lagi ke Yogyakarta, seperti de javu. Tapi sayangnya salah satu squad nggak pernah bisa ikut jalan-jalan asik ini. Dia sok sibuk dan emang sibuk kayaknya sih.

Di Yogya, kita di pertemukan dengan kawan lawa kawan SMA kawan satu daerah. Reunian di kota orang, terutama di kota istimewa ini sangat patut dikenang. Menikmati kota pelajar di malam hari lebih terasa syahdu ditemani rintik gerimis yang membuat suasana Malioboro semakin romantis. Romantis tidak selalu tentang pacar, romantis adalah saling menyenangkan dengan orang terkasih. Minggu malam, dengan semangat membara kami yang berkumpul disana berjalan menyususri jalanan malioboro sungguh kagum aku, malam itu, benar-benar ada disana. Ternyata kita beruntung ada pertunjukan music tradisional dari seniman jalanan keren sumpah. Adanya pertunjukan itu membuat suasana semakin sendu. Setelah puas berfoto, para lelaki memaksa ngopi dulu ya udah si para cewek ngikut. Kami benar-benar bahagia malam itu. Kami tertawa puas, lepas sungguh sekali lagi jogja sungguh istimewa. Ke Jogja tanpa berfoto di Malioboro dan tugu Jogja belum lah afdol. Setelah larut malam, kami kembali ke rumah kepala suku untuk istirahat. Malam itu sungguh malam yang sibuk dan dipenuhi kegembiraan.

Keesokan harinya tepatnya hari ke dua, senin 30 januari 2017 kami membuka hari dengan candaan garing ala kami. Benar-benar nggak disangka kami disuguhi sarapan juga setiap paginya, semoga kebaikan keluarganya Rudi dibalas oleh Allah SWT. Hari kedua kami cuman jalan ke hutan pinus imogiri aja, itupun udah ngejar waktu biar nggak hujan. Seperti para pelancong lainnya, disana cuman foto-foto aja nggak ada yang special ya layaknya hutan pada umumnya isinya ya pepohonan, Cuman yang bikin beda kebahagiaan bersama sahabat terkasih. Setelah mampir sholat duhur, kami memilih untuk bersantai sambil makan cilok, rujak, sosis, es degan dan jajanan lainnya yang bisa dimakan. pernah nyobain main tutup mata sambil melewati tengahnya dua pohon beringin di alun-alun kidul nggak? Kemarin aku nyoba main itu dan gagal entah kemana arah ku sepertinya hati ku kurang bersih katanya sih mitos bilang kalo bisa melewati itu pikiran kita benar-benar bersih.

Hari ketiga kita bersiap kembali pulang tapi sebelumnya kita mampir ke solo lagi. Senangnya kita berempat jajan di depan stadion Manahan solo eh ditambah ada temain satu lagi yang ketemu do Solo. Setelah menghilangkan lelah, kami melanjutkan perjalanan. Berangkat kehujanan pulang pun kehujanan. Yang biasanya aku selalu menghindari hujan, kali ini aku berani menerobos hujan. Intinya kalo sama sahabat itu semuanya bisa terjadi. Kami sampai dirumah selasa sore lalu diiringi dengan hujan sendu nan syahdu. 

Perjalanan traveling nekad 3 hari 2 malam kita berakhir dengan kebahagiaan. Terimakasih untuk semua pihak yang telah membantu mewujudkan keinginan ku mengunjungi kota Gudeg. 3 hari 2 malam adalah waktu yang singkat untuk menikmati liburan dan mengunjungi banyak tempat. Di waktu yang singkat itu kami menghabiskan waktu bersama, menikmati Indonesia bersama, tertawa bersama, dan saling membully tanpa maksud menyakiti. Terima kasih kalian membuat hidup ku sungguh berwarna. Intinya aku sangat bahagia jika ingin diungkapkan butuh jutaan kata-kata untuk dirangkai. Terimakasih sahabat-sahabat ku aku sayang kalian. Tak kan ku lupakan kenangan indah kita di Yogja ini. Yogyakarta memang teristimewa.