Minggu, 22 November 2015

EXPLORE BALI By JTA


PANTAI VIRGIN


Beberapa waktu yang lalu (kalo nggak salah tahun 2015) aku berkesempatan mengunjungi Tempat-tempat menarik di Bali yang letaknya tersembunyi bisa dibilang Hidden Places lah. Kuta atau pantai Sanur mah kalah telak sama pantai ini. Pantai ini lebih asri dan masih alami banget ya seperti namanya, Pantai Virgin. Pantai ini terletak di Karangasem, Bali. Aku kesini pas liburan semester 1 tahun lalu (kalo nggak salah). Jalan menuju pantai ini tidak semulus yg di bayangkan seperti jalan ke pantai sanur atau kuta. Kita harus melalui jalan pedesaan yang terjal dan naik ke bukit. Diluar dugaan sih pantai kok di atas bukit, awalnya aku mikir gitu eh ternyata ada di balik bukitnya. Sekedar rekomendasi aja kalo kesini mending bwa motor trail aja jalannya wuiihh cocok sekali buat track off-road hehe tapi kalo mau pake motor biasa juga gak ada yang ngelarang sih asal sudah bener-bener ahli megang gasnya.

Berikut sedikit potongan gambar yang berhasil ditangkap oleh JTA dkk.
 




Keren kan pegunungan yang ada dibelakang itu. Dua manusia itu abaikan saja :D . air lautnya masih bener-bener bersih sampai tembus pandang karang-karang yang ada didasar laut juga nampak dari atas. Dan view yang paling aku suka adalah bukit kecil yang terpisah dari bukit besar dan ditengahnya ada satu pohon besar yang tumbuh menjulang. Itu keren bangettt… (lihat sebelah kiri foto). Oh ya walaupun pantai ini belum banyak dikenal orang tapi para penyelam sudah banyak yang mengetahui tempat ini duluan. Mereka bersnorkling sesuka hati tanpa takut terganggu sampah.


Ini penampakan bukitnya, mantap kali pokoknya. Tempat yang recommended banget for everyone who looking for the tranquility in Bali. 

 
Liat juga tuh ombaknya cocok banget buat menggulung masa lalu :D kakakakakak...



So, what do you think gaes? Buat temen-temen diluar Bali kalo liburan ke Bali itu jangan melulu ketempat-tempat yang banyak dikunjungi orang. Carilah tempat yang masih belum terjamah oleh kehidupan karena disitulah kita bisa menemukan apa itu keindahan yang sesungguhnya. (SOKBIJAKKAUTRISALAHNELENBUKUYA HAHAHA)



HAPPY HOLIDAY ^^
 

Rabu, 29 April 2015

Kompasiana Goes to Campus Sambangi Universitas Udayana

Suasana saat diskusi ketiga penyaji materi bersama moderator. Peserta nampak antusias mengikuti acara Kompasiana Goes to Campus yang diadakan di Aula Pasca Sarjana Universitas Udayana, Selasa, 28 April 2015.



Selasa, 28 April 2015 Kompasiana bekerja sama dengan JNE dan Pers Akademika Universitas Udayana menggelar workshop yang bertajuk Kompasiana Blogshop Goes to Campus. Acara yang bertempat  di Aula Pascasarjana, Universitas Udayana ini bertemakan “Inovasi Strategi Bisnis di Media Online”. Selain JNE, Kompasiana juga menggandeng Hello Motion sebagai bagian dalam workshop kali ini.

Tepat pukul 14.00 WITA acara resmi dibuka dan diawali dengan sambutan dari Head of Corporate Communication JNE, Ridhatullah Hambalillah dan dilanjutkan sambutan dari Pemimpin Umum Pers Akademika, Santya Yokita. Sebanyak 164 peserta hadir mengikuti kegiatan workshop dengan sangat antusias. Tidak hanya mahasiswa Unud saja yang hadir dalam workshop ini, para penulis kompasiana yang ada di Bali juga datang memadati ruangan. Para pemateri hebat seperti Bapak Andre dari JNE, Mas Wahyu dari Hello Motion, dan dari pihak Kompasiana sendiri menyampaikan materi yang sangat menarik dan bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang menjalankan bisnis online maupun para blogger pemula.

Setelah kurang lebih 1 jam penyampaian materi, dibuka sesi tanya jawab bagi peserta workshop yang ingin bertanya langsung kepada para  pembicara dari Kompasiana, JNE, maupun Hello Motion.
Saat ditanya mengenai tujuan diadakannya acara ini, Hery Adisaputra selaku Head of Marcomm Kompasiana menuturkan bahwa ingin mengedukasi masyarakat khususnya mahasiswa mengenai berbisnis lewat online shop yang saat ini sedang di gemari kebanyakan mahasiswa. “Setelah melakukan survey kami hitung, kami data memang mahasiswa yang banyak menjalankan online shop saat ini” ujar Hery Adiputra saat ditemui setelah acara berakhir. Untuk alasan mengapa memilih Universitas Udayana sebagai tempat Kompasiana Goes to Campus beliau menambahkan, “Sebelumnya kami telah mengadakan workshop ini di Universitas Brawijaya Malang dan sekarang kami memilih Universitas Udayana saat di Bali karena kami hanya memilih universitas negeri aja”, tambahnya.

Setelah 3 jam acara berlangsung, pukul 5 sore acara diakhiri dengan penampilan stand up comedy dan pengumuman pemenang live tweet testimoni selama acara ini berlangsung. Hadiah utama berupa smartphone yang dipersembahakan oleh Kompasiana dan JNE.


“Adanya acara seperti ini sangat bermanfaat bagi kita mahasiswa apalagi dengan tema yang ngena banget  ke dunia mahasiswa yaitu bisnis online yang bisa kita lakuin kapanpun dan sesibuk apapun. Ide-ide dan cara berbisnis yang top dishare pada kita”, ungkap Deban, salah satu peserta workshop yang sangat antusias mengikuti acara ini. Dia berharap acara seperti ini sering diadakan oleh kompasiana di Bali terutama di Universitas Udayana. “ Berharap kedepannya acara kayak gini sering diadain Kompasiana. Acaranya keren banget apalagi pas acara terakhir itu ada stand up comedy. Setelah kita dapat ilmu, ngantuk trus tiba-tiba disegerin lagi dengan penampilan stand up comedy. Pokonya acaranya keren banget”, imbuhnya. (Tri)

Rabu, 18 Maret 2015

Resensi Film: Love Phobia




Judul Film      : Love Phobia
Sutradara        : Kang Ji-eun
Produser         : Jung Seung-hye
Penulis           : Hwang In-ho
Pemeran         : Kang Hye Jeong, Jo Seung Woo, Lee Jae Yong
Tanggal Rilis : 27 April 2006
Durasi            : 117 menit
Negara           : Korea Selatan
Bahasa           : Korea

Sebuah film yang mengisahkan kisah cinta sepasang remaja Korea. Sang pemuda (Jo Kang) yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis aneh bernama Ari Dong Dong. Ari merupakan murid baru di SD dimana Jo Kang bersekolah. Ari selalu mengenakan jas hujan berwarna kuning kemana pun dia pergi. Saat Ari memperkenalkan diri di depan kelas tak ada satu murid pun yang bertanya. Kemudian Ari menunjuk ketua kelas untuk menanyakan sesuatu kepadanya. Akhirnya ketua kelas bertanya kenapa Ari selalu menggunakan jas hujan padahal hari sedang tidak hujan. Ari menjelaskan bahwa jas hujan itu melindunginya dari kutukannya agar tidak menyebar. Kemudian Ari melanjutkan bahwa setiap orang yang menyentuhnya maka dia akan mendapat masalah. Setelah mendengar cerita itu semua murid menghindarinya, kecuali Jo Kang. Dengan berjalannya waktu Ari dan Jo Kang semakin dekat. Hingga tumbuh perasaan saling suka namun Ari masih saja menghindarinya dengan alasan kutukannya akan menyebar. Ari selalu berkata kepada Jo Kang bahwa dia sebenarnya merupakan Alien yang tinggal di bumi. Jo Kang pun selalu percaya dengan apa yang dikatakan Ari . Hingga pada suatu saat mereka berpisah. Jo Kang bersama keluarganya pindah ke Seoul. Setelah kepergian Jo Kang mereka tidak pernah berhubungan lagi. Hingga pada akhirnya  mereka dipertemukan kembali setelah sepuluh tahun  berpisah. Jo Kang dan Ari sudah tumbuh menjadi remaja. Jo Kang tetap berusaha menunjukkan perasaannya walaupun sebenarnya dia tahu bahwa Ari juga mencintainya namun Ari masih saja selalu menghindar dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Kisah ini mengalir sampai Ari kembali menghilang dari kehidupan Jo Kang. Jo Kang yang sekarang sudah dewasa terus berusaha mencari keberadaan Ari. Saat hampir putus asa mereka bertemu di tempat Jo Kang bekerja. Betapa senangnya Jo Kang menemukan pujaan hatinya kembali dihadapannya. Namun pertemuan itu tidak berlangsung lama. Ari berbohong pada Jo Kang bahwa dia harus pergi ke Amerika tapi kenyataannya Ari dirawat di rumah  sakit karena penyakitnya. Tanpa disengaja Jo Kang melihat Ari di rumah sakit. Ingin tahu  penyebabnya, Jo Kang mencari tahu latar belakang Ari hingga pada akhirnya ia menemukan fakta yang mengejutkan bahwa Ari tertular penyakit AIDS. Ari, gadis yang dicintainya tertular AIDS saat berumur lima tahun dimana dia bersama kedua orang tuanya mendapat kecelakaan mobil. Kedua orang tua Ari meninggal dunia dan beruntungnya Ari masih opname di rumah sakit. Saat mendapat transfusi darah, ternyata darah yang masuk ketubuh Ari merupakan darah yang sudah tertular AIDS. Ari kecil mengetahui kenyataan pahit ini dan inilah alasan mengapa dia selalu menghindari kontak secara langsung dengan orang lain. Cerita semakin menguras air mata saat Jo Kang bersedia melakukan apapun demi membuat gadis yang dicintainya bertemu dengan makhluk luar angkasa agar bisa membawa Ari untuk menyembuhkan penyakitnya.

Kisah yang menarik dengan dibumbui cerita fiksi seperti datangnya UFO membuat penonton penasaran untuk menonton sampai akhir cerita. Sang sutradara, Kang Ji-eun berhasil menyuguhkan cerita dengan setiap adegan penuh dengan makna. Para penonton tidak perlu dipusingkan dengan alur maju mundur , kilas balik dalam setiap adegan memberikan penjelasan kepada penonton tentang cerita sebelumnya yang tidak digambarkan secara gamblang. Dengan begitu jalan cerita tetap mudah dipahami sampai akhir.


Film ini semakin menarik karena muncul Park Shin Hye saat masih muda sebagai pemeran pembantu yang juga berperan sebagai penderita AIDS. Selain pemainnya yang sangat menjiwai di setiap adegan, pengambilan setting di tengah padang rumput juga menjadi nilai lebih karena di akhir cerita, dikisahkan Jo Kang membuat Crop Circle di tengah padang rumput. Soundtrack diakhir adegan semakin melengkapi kesedihan yang memuncak dari film ini. Pengemasan film secara sederhana dengan jalan cerita yang benar-benar menguras air mata siap membuat anda terpesona akan kepiawaian sang sutradara.